The 4th Indonesia Open Karate Championship

Share Button

The 4th Indonesia Open Karate Championship

Denpasar, 2 Mei 2015

Sebanyak 8 negara berpartisipasi dalam Indonesia Open ke-4 yang diadakan pada 2 Mei 2015 di Denpasar . Jumlah peserta 62 orang dimana separuhnya adalah peserta dalam negeri dan sisanya dari Australia, Singapore, Malaysia, Vietnam, Thailand, Hong Kong, Korea . Yang dipertandingkan hanya Kelas -75 Kg dan + 75 Kg untuk Putra serta Kelas Bebas untuk Putri yang sekali gus merupakan seleksi untuk memilih satu Peserta Putri mewakili WKO Asia dalam World Open Karate Championship ke 11 pada akhir Oktober 2015 di Tokyo . Sementara untuk Kelas Putra , ini merupakan ajang seleksi bagi negara masing-masing untuk memilih Peserta mewakili negara masing-masing dalam WOKC ke-11 pada 31 Oktober – 1 November 2015 .

4th_Indonesia_Open_Bali

Sejak awal kita sudah tahu , bahwa atlet kita akan berhadapan lawan-lawan berat karena mereka mengirimkan yang terbaik . Meskipun peserta kita lebih banyak ,pasti akan berguguran semua dan tinggal yang terbaik , sehingga pada babak akhir nampak seperti Kejuaraan Internasional karena hampir semua negara masuk dalam empat besar . Hal ini dimungkinkan karena pengaturan bagan pertandingan dilakukan seadil mungkin . Jadilah tuan rumah yang baik dan dapat dipercaya ,maka kelak orang masih akan datang apabila diundang .

Saya sangat menghargai para atlet kita yang sudah berani mengambil bagian dalam kejuaraan terbuka ini , karena hanya dengan keberanian orang akan menimba banyak pengalaman . Mata semakin terbuka melihat dan merasakan berbagai macam gaya kumite pihak lain . Seperti komentar salah satu peserta yang agak kaget menghadapi serangan yang bertubi-tubi sehingga agak kewalahan dan tidak sempat berpikir untuk melakukan perlawanan karena sibuk melakukan pertahanan . Selama kumite dalam negeri, belum pernah bertemu dengan style demikian , dan tentunya ini sangat bermanfaat baginya untuk meningkatkan kemampuannya dilain kesempatan . Dia harus merenung bagaimana seandainya bertemu dengan gaya demikian dikemudian . Apa yang harus di perbaiki dan di tingkatkan. Strategi apa yang harus di terapkan . Saking penasarannya , langsung mencari tahu kapan ada kejuaraan lagi didalam negeri supaya dapat langsung diperbaiki gaya kumitenya . Sikap-sikap demikian memang harus dimiliki oleh para petarung supaya potensi diri dapat terus diasah . Cukup menghibur bagi kita apabila masih ada anggota yang tidak patah semangat . Jangan lama-lama bersedih , dan segera mengevaluasi kegiatan latihan kedepan . Untuk menang , tidak dapat dalam kekejap, harus rajin mengasah senjatanya ………

Selain itu , jadi orang harus belajar bertanggung jawab . Kalau kita sudah menyanggupi sesuatu , apapun katanya kita harus berusaha sekuat tenaga untuk memenuhinya supaya tidak mengecewakan orang lain . Orang yang hanya memikirkan atau mementingkan diri sendiri tanpa peduli akibatnya bagi orang lain atau perguruan yang menaruh harapan pada dirinya , biasanya mudah mengemukakan atau mencari alasan . Selama kita masih seperti demikian karakternya , kita masih belum belajar apa-apa tentang kepatutan .

Seperti yang dibicarakan oleh shihan Midori, bahwa belajar kumite harus memiliki nyali supaya tidak mudah menyerah begitu menderita sakit . Perasaan takut adalah wajar , namun itu dapat diatasi kalau kita memiliki nyali dan nyali itu harus di temukan dalam kancah pertarungan . Apabila rasa takutnya masih belum hilang, paksakan diri untuk kedua kalinya dst..nya . Pada akhirnya kamu pasti akan menjadi orang yang bernyali dan tidak mudah ditekan.

Dalam pertarungan , kita melihat ada yang sudah dapat mengendalikan diri dan tidak terlihat ada rasa takut sehingga teknik demi teknik dapat dilancarkan . Bahwa pada akhirnya kalah itu soal lain . Itu menandakan lawan lebih baik persiapannya .

Kita terhibur , Kenichiro Kumata, anggota dari dojo Sensei Jesse Chandra (DKI) mampu bermain dengan bagus hingga terakhir karena memang telah mempersiapkan diri dengan baik . Meski bertemu dengan lawan-lawan berat dari luar negeri seperti dari Thailand yang memiliki gaya Muaythai atau dari Singapore yang sudah sering keluar sebagai juara di beberapa negara , dapat diredam dengan baik . Akhirnya Kumata keluar sebagai Juara pertama untuk Kelas -75 Kg dan Hidenori Nakagawa dari Thailand sebagai Juara kedua . Juara ketiga bersama dipegang oleh Nyi Aung Win (Singapore) dan Jack Abramovitch (Australia) .

Di kelas +75 Kg , Gusffi Eranu juga dari dojo Sensei Jesse Chandra (DKI) dengan nyali besar ,tanpa diduga dapat membendung raksasa dari Singapore, Ronald Bernard yang memiliki tinggi badan 195 cm dan berat 107 kg . Ujian berat pertama inilah yang membuat Eranu semakin percaya diri melaju hingga empat besar . Namun di semi final harus kandas ditangan peserta dari Australia yang memang lebih terlatih dan kuat . Australia mengirimkan dua peserta terbaiknya dan kedua-duanya memperoleh predikat juara pertama atas nama Mathew Prodanovix (lawan Eranu- juara ketiga)) dan Andre Nakad juara kedua yang mengalahkan Choe Seong Yeon juara ketiga juga (Korea).

Di Kelas Putri , seperti yang sudah diduga , akhirnya dimenangkan oleh Laxmi Devaindran (Singapore) yang sudah sangat berpengalaman dalam kumite . Di Final dia mengalahkan peserta dari Australia ( Rebecca Weller) yang memiliki postur tubuh lebih berat dan lebih besar .   Putri Hong Kong yang mengirimkan dua peserta juga memberikan perlawanan seru dan akhirnya dapat menempati posisi ke tiga ( Lee Lai Yee) dan keempat ( Cheng Ka Ian ).

Kita yang memang belum memiliki atlet putri handal merasa cukup terhibur dengan anggota Sensei Amidin yang baru berlatih setahun lebih sudah menunjukkan kemampuan untuk bertarung dengan senior-senior negara lain . Harus diakui, karena tidak ada pembagian kelas , agak kewalahan ketika berhadapan dengan lawan yang jauh lebih berat .

Redaksi

Warta Shinkyokushin

Artikel KEJUARAAN LAIN:

KEJURDA JATENG-DIY

KEJURDA DKI-JABAR

KEJURDA JATIM

Share Button

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *